Yuk Simak Harga Batu Bara Masih Tertekan Tapi Mengalami Perbaikan

Harga batu bara kontrak referensi Newcastle kuat pada penutupan perdagangan tempo hari. Walaupun kuat harga batu bara masih ada di level paling rendahnya dalam empat tahun paling akhir.

Selasa (5/5/2020) harga batu bara Newcastle untuk kontrak yang ramai diperjualbelikan tempo hari kuat 1,17% ke US$ 52,05/ton. Semenjak 21 April – 5 Mei 2020, harga batu bara condong bergerak di tenggang US$ 51 – 54 per ton. Ini adalah level paling rendah semenjak Mei 2016.

Simak Juga :upah tukang bangunan

Penguatan yang berlangsung tempo hari belum juga memperlihatkan perbaikan dari bagian esensial yang bermakna. Potensial keinginan batu bara juga masih muram untuk beberapa waktu ke depan.

Meskipun beberapa negara customer batu bara paling besar di teritori Asia telah mulai melapangkan lockdown. Bukan bermakna keinginan batu bara akan langsung naik.

Faktanya ialah jumlahnya stock sebab di beberapa pembangkit listrik karena pengurangan mengonsumsi energi waktu karantina serta pemerintah yang condong memberikan dukungan suplai domestik daripada import.

Lihat saja China serta India untuk customer batu bara paling besar di dunia. Merujuk pada data Refinitiv, stock batu bara di beberapa dermaga penting di China utara pada 30 April capai 19,1 juta ton. Jumlah ini semakin lebih tinggi dibandingkan periode yang serupa tahun kemarin sekitar 16,2 juta ton.

Artikel Terkait : harga pasir hitam

Import batu bara China pada awal Mei tahun ini masih bertambah rendah bila dibanding dengan trend tahun awalnya. Import batu bara pada lima hari awal Mei capai 2 juta ton atau 1,7 juta ton bertambah rendah dibandingkan periode yang serupa tahun kemarin.

Berubah ke India, stock batu bara di beberapa pembangkit listrik India tertera capai 50,9 juta ton pada 30 April 2020. Stol batu bara ini bisa dipakai untuk 31 hari. Bertambahnya stol batu bara ini dipacu oleh kebijaksanaan lockdown yang diambil India.

Pada awal Mei ini, India mengimpor batu bara semakin sedikit dibandingkan periode yang serupa tahun kemarin. Sampai tempo hari, import pasir hitam India capai 789 kiloton. Walau sebenarnya untuk lima hari awal Mei 2019 India mengimpor 3 juta ton batu bara.

READ  Yuk Hitung Pekerjaan Pemasangan Plafon Rumah

Senasib dengan China serta India, keinginan batu bara termal dari Jepang serta Korea Selatan masih tetap lesu ditengah-tengah masih menyebarnya epidemi Covid-19. Keseluruhan import batubara Korea Selatan serta Jepang semasing sebesar 403 serta 895 kiloton, dengan cara relevan bertambah rendah dibanding dengan 1,4 serta 2,1 juta ton yang di-import semasa periode yang serupa tahun kemarin di semasing negara.

Potensial yang masih tetap lesu memang membuat harga batu bara sulit untuk naik ke level sebelum epidemi di tenggang US$ 64 – 67 per ton.