Yuk Simak Fakta Situs Gunung Gamping

Tidak seperti namanya, Gunung Gamping sesungguhnya hanya satu batu memiliki ukuran lebih kurang 10 mtr. yang ada di Dusun Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Sleman.

Letak situs itu ada pas di samping Situs Petilasan Kraton Ambarketawang. Dahulunya, teritori itu jadi rumah Pangeran Mangkubumi saat sebelum pembangunan Kraton Yogyakarta usai.

Tetapi, batu itu berlainan dari batu-batuan umumnya ingat umurnya diprediksi telah capai 40 juta tahun.

Dikutip dari Slemankab.go.id, batu di situs Gunung Gamping adalah monumen geologi yang memvisualisasikan tapak jejak biota awalnya di Pulau Jawa. Menurut beberapa periset, umurnya capai 40 juta tahun. Tidak itu saja, di batu itu ada sisa fosil-fosil yang memvisualisasikan kehidupan jaman dahulu.

Menurut Gito, Juru Kunci Situs Gunung Gamping, fosil-fosil yang tertempel di Situs Gunung Gamping adalah fosil-fosil laut. Ini karena dahulunya batu itu ada di landasan laut yang selanjutnya terangkat karena gerakan Lurus Australia dengan Lurus Eurasia.

Baca Juga : batu koral sikat
Dahulunya Adalah Satu Bukit
situs gunung gamping

Dikutip dari YouTube Bercerita Nusantara, Situs Gunung Gamping itu dahulunya sebuah bukit kapur yang memanjang. Tetapi batu kapur di bukit itu lagi diambil untuk pembangunan fondasi Kraton Yogyakarta dan Benteng Vredeburg.

Disamping itu, bangunan Taman Sari yang ada dalam kompleks Kraton dibuat dengan bebatuan yang berada di bukit itu.
Tidak itu saja, bebatuan-batuan kecil yang dari bukit itu dialokasikan ke 19 pabrik gula yang berada di Yogyakarta dan dipakai untuk pengeras dan pemutih gula pasir.
Dahulunya Adalah Satu Bukit
situs gunung gamping

Simak Juga : batu gamping yang telah mengalami metamorphosis

Dikutip dari YouTube Bercerita Nusantara, Situs Gunung Gamping itu dahulunya sebuah bukit kapur yang memanjang. Tetapi batu kapur di bukit itu lagi diambil untuk pembangunan fondasi Kraton Yogyakarta dan Benteng Vredeburg.

Disamping itu, bangunan Taman Sari yang ada dalam kompleks Kraton dibuat dengan bebatuan yang berada di bukit itu.
Tidak itu saja, bebatuan-batuan kecil yang dari bukit itu dialokasikan ke 19 pabrik gula yang berada di Yogyakarta dan dipakai untuk pengeras dan pemutih gula pasir.

READ  Tips Lakukan Anggaran Mandiri Bangun Rumah Model Minimalis Modern

Kejadian Longsor
upacara bekakak

Saat pembangunan Kraton Yogyakarta sedang berjalan, beberapa abdi dalam tinggal di pesanggrahan terkecuali Ki Wirasuta dan keluarganya yang pilih tinggal dalam suatu gua di bukit Gunung Gamping. Dalam satu hari, bukit itu alami longsor dan Ki Wirasuta dan keluarganya dipastikan raib dan jasadnya tak pernah diketemukan sampai sekarang.

Semenjak kejadian itu, diselenggarakan Upacara Saparan yang ditujukan untuk kenang kembali kesetiaan Ki Wirasuta dan keluarganya ke Pangeran Mangkubumi.

Tetapi seiring berjalannya waktu, upacara itu berbeda maksudnya yaitu untuk keselamatan ambil batu gamping yang berada di sana, ingat ambil batu itu cukup susah dan beresiko. Sampai sekarang, upacara itu masih dilestarikan dan warga mengenalinya dengan Adat Bekakak.