Yuk Intip Laba Waskita Beton Sepanjang 2019

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatat neraca keuangan yang kurang menyenangkan di selama 2019.

Keuntungan bersih di 2019 tertera Rp 806,1 miliar. Jumlah itu alami pengurangan yang cukup relevan sebesar 36,47 % dibanding keuntungan bersih tahun 2018 Rp 1,1 triliun.
Sesaat penghasilan usaha alami pengurangan sebesar 7,5 % dari Rp 8 triliun pada tahun 2018 jadi Rp 7,4 triliun di 2019.
Direktur Penting Waskita Beton Jarot Subana menjelaskan, performa perusahaan itu tidak terlepas dari suport pencapaian kontrak external sebesar 63,2 % dibanding tahun awalnya sebesar 36 %. Dengan cara nilai, kenaikan kontrak external capai 83,01 % atau Rp 2,43 triliun pada tahun 2018 jadi Rp 4,44 triliun triliun pada tahun 2019.
“Tahun 2019 jadi awal Waskita Beton memperlebar pasar untuk memperoleh kesempatan dari project external. Ini dibantu adanya pengembangan produk yang dibuat. Diantaranya ialah spun pile dengan diameter 1,2 m serta panjang 50 mtr. yang disebut produk precast pertama di Indonesia serta Asia Tenggara,” tutur Jarot lewat info sah yang diterima kumparan, Selasa (10/3).

Beberapa project external yang sudah didapat salah satunya dari Project Jalan Tol Trans Sumatera, PLTGU Tambak Lorok, Project Refinery Development Maste Rencana (RDMP) Refinery Unit (RU) V Pertamina Balikpapan yang disebut kerja sama juga dengan Hyundai serta Pembangunan Apartemen Modernland (Modernland Grup) di Jakarta Garden City.
Disamping itu, ada juga project yang lain mencakup bantalan rel kereta api, tiang listrik beton, serta sprigWP. Perusahaan mendapatkan pesanan produk Tetrapod untuk Project Pengaman Pantai di Singapura sejumlah Rp 435 miliar.
Sekarang ini, perusahaan tengah membuat MoU dengan perusahaan asal Malaysia. Kerja sama ini nanti akan bersambung dengan gabung operation untuk proyek-proyek luar negeri, diantaranya dalam pembuatan project LRT di Filipina, yang sekarang tengah dalam proses tender yang diiringi oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Untuk memberikan dukungan perkembangan perusahaan, katanya, Waskita Beton lakukan rangkaian taktik usaha, yakni pembangunan Plant Penajam di Kalimantan Timur untuk loyalitas untuk memberikan dukungan Program Pemerintah untuk perpindahan ibu kota negara di daerah Penajam Paser Utara.
“Lewat plant ini, perusahaan ingin menghisap kekuatan pasar ke depan di daerah tengah serta timur Indonesia, serta pasar regional di Asia Tenggara,” tutur Jarot.
Disamping itu, pada tahun 2019 WSBP mengeluarkan Obligasi Berkepanjangan I dalam 2 step, yakni step I sejumlah Rp 500 miliar serta step II sejumlah Rp 1,5 triliun. Awalnya obligasi berkepanjangan I Step I capai oversubscribe pada saat penawaran awal, dimana dari keseluruhan keinginan yang masuk sekitar Rp 1,091 triliun atau 2,18 kali dari jumlah yang ditawarkan sekitar Rp 500 miliar.
Waskita Beton Bikin Keuntungan Rp 806 Miliar Selama 2019, Turun 36 % (1)
Direktur Penjualan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), Agus Wantoro mengevaluasi pengerjaan “spun pile” atau tiang pancang di Plant Prambon PT WSBP, Sidoarjo. Photo: Dok. WSBP
Sasaran Nilai Kontrak Baru Rp 11,9 Triliun di 2020

READ  Hitung Berat Besi Lebih Mudah dengan Cara Ini

Tahun ini, perusahaan membidik ada peningkatkan pencapaian nilai kontrak baru dari external lewat kerja sama juga dengan beberapa perusahaan baik BUMN, anak usaha BUMN, swasta, pemerintah sampai perusahaan di luar negeri. Mengenai sasaran nilai kontrak baru WSBP di tahun 2020 sejumlah Rp 11,9 triliun, sejumlah Rp 5,89 triliun datang dari kontrak external.
“Kami membidik bagian nilai kontrak baru internal serta external sebesar semasing 50 %,” kata Jarot.
Untuk merealisasikan ini, perusahaan lakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Kerja sama juga dengan PT Pertamina Trans Kontinental untuk project bagian perbaikan serta pembangunan dermaga di tempat pekerjaan punya anak usaha PT Pertamina (Persero).
Kolaborasi kerja sama pula dilaksanakan dengan PT Angkasa Pura Property anak usaha dari pengelola lapangan terbang PT Angkasa Pura I (Persero) untuk project pembangunan serta perawatan ruang bandar udara. Dalam ke-2 kerja sama ini, perusahaan berperanan dalam sediakan produk beton precast.

Disamping itu, perusahaan lakukan Penandatanganan Kontrak Katalog Penyediaan Bantalan Beton Kementerian Perhubungan Republik Indonesia-Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Nanti, perusahaan akan memasok produk bantalan rel kereta api untuk project pembangunan rel kereta api mulai tahun 2020 sampai 2022.
Perusahaan lakukan transformasi usaha, yakni dibuatnya unit usaha Penjualan Timur serta Penjualan Barat, dan Konstruksi Modular untuk keuntungan center.
“Selanjutnya pembangunan Seksi Precast, Seksi Readymix, serta Seksi Quarry, Perlengkapan & Post Tension untuk biaya center, dan ada Departemen Manajemen Taktik serta Performa,” ujarnya.