Satuan Reskrim Polsek Siak, Riau Usut Pencurian Keramik Dari Cagar Budaya

Perampokan cagar budaya berlangsung di Riau. Keramik cagar budaya yang disebut peninggalan Belanda raib dicuri.

Artikel Terkait : harga keramik lantai
Aktor berinisal J itu pada akhirnya sukses ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Siak, Riau. Dari tangan aktor polisi mengambil alih sekitar 334 keping keramik dari cagar budaya peninggalan Belanda.

“Terduga serta tanda bukti keramik yang diambil telah kita amankan,” kata Kapolsek Siak Kompol Marto Harahap, Kamis (2/7). Mengenai momen perampokan ini berlangsung waktu Dinas PU Tarukim ditempat merencanakan lakukan pemugaran.

Pemugaran cagar budaya peninggalan Belanda yang berumur 100 tahun itu dilaksanakan pada 8 Juni. Tetapi ketika mau lakukan pemugaran, team merasakan lantai keramik telah dirusak serta beberapa lagi hilang.

Merasakan laporan itu, polisi selekasnya terjun lakukan penyidikan serta sukses membekuk J. Mujur, beberapa ratus keramik itu belum dipasarkan oleh aktor.

Berkaitan penangkapan ini, polisi telah mengecek 3 orang saksi. Diantaranya ialah Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan Propinsi Riau Raja Yoserizal Zen. “Ini hari kita check ia (Kadis Kebudayaan Riau) untuk saksi dalam masalah ini,” paparnya.

Disamping itu, Sejarawan Kabupaten Siak, OK Nizami Jamil sayangkan perampokan ini. Cagar Budaya Controller sekarang ini dahulunya ialah Kantor Perwakilan Belanda di Siak. Bangunan yang ada di kedung tangsi (penjara) Belanda ini dibuat cagar budaya karena umurnya yang sangat tua.

“Kita benar-benar sayangkan perampokan dari sana,” papar Nizami. “Itukan situs riwayat yang tidak ternilai harga.”

Simak Juga : kaca tempered

Diketahui, cagar budaya itu dirusak serta dicuri oleh J dari Komune Siak Heritage. Ia kantongi surat respon yang diberi Kadisbud Riau. Aktor membuka lantai ubin keramik dengan fakta untuk pengamanan benda cagar budaya.

Terduga memperlihatkan surat respon yang diserahkan dari komunitasnya. Dalam surat Kadisbud Riau, sebab fakta pengamanan cagar budaya, diberi respon supaya bekerjasama ke pemda ditempat. Tetapi, tanpa ada bekerjasama dengan pemkab Siak aktor malah membuka serta mengambil keramik bangunan itu.

READ  Memanfaatkan Potongan Marmer Sisa dengan Teknik Terrazzo