Pabrik Keramik Semakin Sulit Berkembang Karena Produk Impor Dari China

Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) melihat pasar keramik Indonesia saat ini secara umum belum meningkat. Walaupun permintaan naik, namun produk import China yang banyak mengisi.

“Kami berharap permintaannya tumbuh, seperti properti yang tampaknya turut tumbuh. Namun di tengah permintaan naik ada kesulitan pelaku domestik mengambil porsinya,” ujar Elisa Sinaga.

Hal tersebut karena Asean China Free Trade Agreement (ACFTA) merugikan industri keramik lokal. Semisal waktu agreement belum dilaksanakan, mungkin bea masuk keramik China ke Indonesia bisa mencapai 20%. “Saat itu saja impor keramik naik 20%-26% tiap tahun, bagaimana dengan sekarang yang bea masuknya jadi 5%,” ujarnya.

Menurut Elisa, Jika waktu pasca bea masuk turun kemungkinan akan berdampak pada impor yang semakin tinggi, “Sedangkan kenaikan demand dalam negeri tidak diambil oleh lokal tapi oleh impor,” terangnya.

Dengan menonjolkan sektor properti, Asaki berharap bisnis keramik bisa tumbuh 10% di tahun 2020. “Kebutuhan sekarang kemungkinan ada sekitar 360 juta-370 juta meter persegi (m2),” jelas Elisa.

industri keramik lokal

Bahkan bea dumping saat ini mencapai hampir 26% karena sebagian besar bahan baku didapat dari China. Sehingga membuat produksi keramik semakin meningkat. “Produsen tertekan dengan biaya produksi harga gas masih tinggi. Di samping itu pasar tergerus produk keramik jadi China,” kata Elisa.

Industri keramik nasional diprediksi merumahkan 15 ribu karyawan hingga akhir Mei 2020, seiring anjloknya penjualan akibat menurunnya daya beli di Tanah Air. Saat ini, pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) industri keramik nasional tinggal 35-40%, terendah sepanjang sejarah.

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) memprediksi, tekanan ke industri keramik baru berkurang pada kuartal III-2020. Ini akan mendongkrak utilisasi indunstri ini.

Selain itu, Asaki meminta pemerintah untuk segera menerapkan bea masuk tindakan pengamanan perdagangan (BMTP) atau safeguard impor keramik dari India. Alasannya, harga gas di India turun ke US$ 2,5 per mmbtu, sehingga memicu lonjakan impor keramik dari negara itu.

READ  Ini Dia Bahaya Cat