Kenali Kelebihan Jenis Lantai untuk Rumah Minimalismu

Salah satunya biggest concern atau perhatian paling besar dalam membenahi interior rumah ialah penempatan lantai. Masuknya saluran minimalis kekinian di Indonesia membuat golongan milenial semakin tertarik dengan lantai kayu serta vinyl. Jika Bunda bagaimana?
Nah, lantai kayu serta vinyl sendiri jika disaksikan sepintas tidak ada bedanya. Tetapi bila dilihat lagi dengan cara detil, kedua-duanya sangat tidak sama. Apa bedanya?

1. Material

Kita dari mulai formasi material dulu ya, Bunda. Dikutip Diffen, lantai kayu jelas dibuat dari kayu keras alami. Harga bergantung pada pohonnya. Contohnya, kayu termahal datang dari kayu mahoni, wenge, serta jati.

Sesaat, lantai vinyl dibuat dari lembaran vinyl, produk sintetis yang datang dari minyak bumi serta bahan kimia lain, serta bisa dibuat dalam beberapa tipe pelapis, termasuk juga yang seperti kayu alami. Lembar vinyl umumnya ada dalam gulungan besar, tapi ada pula vinyl yang ada dalam kotak serta papan seperti ubin atau kayu.

2. Umur ketahanan

Diambil dari The Spruce, lantai kayu bila dirawat secara baik dapat bertahan semasa beberapa generasi. Bergantung pada tipe kayu, materialnya kemungkinan benar-benar keras serta tahan pada kerusakan, serta perawatan dapat dilaksanakan untuk menguatkan kemampuan alami kayu keras. Bila lantai rusak, lantai dapat juga diperbarui.

Untuk lantai vinyl, ada dua tipe penting vinyl yaitu yang diciptakan serta kompak. Bahan cetakan mempunyai susunan keausan tidak nampak yang membuat perlindungan permukaan lantai. Usia material dipastikan oleh ketebalan susunan pelindung di atasnya. Sesaat vinyl kompak, permukaannya dapat tergesek atau rusak seiring berjalannya waktu. Rerata, garansi pabrik akan jamin materi ini untuk usia 10 sampai 20 tahun.

3. Ketahanan pada air

Lantai kayu ialah bahan penyerap alami, yang condong menghisap cairan saat bersinggungan dengan permukaannya. Bila cairan mempunyai warna, ini bisa mengakibatkan bintik permanen pada kayu. Serta bila itu cuma air, penetratif kelembapan bisa mengakibatkan perkembangan jamur, serta mikroorganisme yang tidak bagus yang lain. Oleh karenanya, kayu tidak dipandang pas untuk terpasang dalam tempat lembap, beberapa kamar mandi, serta beberapa lingkungan dapur.

READ  20 Desa Di Klaten Mulai Krisis Air Bersih

Lantai vinyl ini tahan pada penetratif atau kerusakan sebab kelembapan. Tetapi dalam beberapa masalah, perekat bermutu rendah dapat lepas di lingkungan lembap yang mengakibatkan ubin jadi keriting. Namun beberapa vinyl tidak gampang rusak sebab air.

4. Mana yang bertambah ramah lingkungan?

Untuk lantai kayu, beberapa bahan ini jelas datang dari pohon hidup, dipanen dari beberapa rimba. Walau pohon dapat diperbaharui dengan alamiah, Bunda pasti ingin pastikan jika kayu yang dibeli datang dari produsen yang bertanggungjawab pada lingkungan. Selain itu, lantai kayu dapat juga didaur lagi serta terurai dengan cara resapi, hingga akan terurai di lingkungan di akhir siklus hidupnya.

Sesaat untuk lantai vinyl, berbahan dibikin dari minyak bumi, sumber daya yang tidak bisa diperbaharui. Proses pengerjaan lantai vinyl memerlukan mengonsumsi energi yang lumayan besar serta membuahkan beberapa produk sambilan yang beracun. Pertama kalinya terpasang, vinyl dapat juga keluarkan gas dalam jumlah kecil.

Nah, demikian ketidaksamaan lantai kayu serta vinyl. Semua ada kelebihan serta kekurangannya. Mudah-mudahan sudah mengetahui tipe lantai yang pas untuk rumah minimalis Bunda ya.